SANGATTA – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Area Kutai Timur kembali melaksanakan program PAMA Safe School melalui Sosialisasi Pola Hidup Sehat dan Kupas Tuntas Komponen Medical Check Up (MCU) di SMK Negeri 2 Sangatta Utara, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 78 peserta yang terdiri dari guru dan siswa. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya PAMA mendorong penerapan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH) di lingkungan sekolah sekaligus memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya kesiapan kesehatan sebelum memasuki dunia industri.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai berbagai komponen pemeriksaan MCU, indikator kesehatan yang menjadi perhatian di lingkungan kerja, serta pola hidup sehat yang dapat diterapkan sejak dini.
Pemahaman tersebut dinilai penting bagi siswa SMK yang selama proses pendidikan akan bersinggungan dengan dunia industri, baik melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) maupun ketika memasuki dunia kerja.
Sejumlah perusahaan, khususnya di sektor industri dan pertambangan, menerapkan pemeriksaan kesehatan sebagai salah satu tahapan sebelum seseorang mengikuti aktivitas di lingkungan kerja.
Sosialisasi menghadirkan dr. Habib dari Global Doctor yang mendukung layanan kesehatan kerja di PT Pamapersada Nusantara Area Kutai Timur. Dalam tugasnya, dr. Habib terlibat dalam evaluasi hasil pemeriksaan kesehatan berdasarkan standar kesehatan kerja yang diterapkan perusahaan, termasuk mendukung proses kesiapan kesehatan calon peserta PKL maupun tenaga kerja.
Melalui materi yang disampaikan, siswa mendapat gambaran mengenai kondisi yang akan mereka hadapi di dunia industri. Mereka tidak hanya diperkenalkan dengan komponen pemeriksaan MCU, tetapi juga diajak memahami bahwa kesiapan kesehatan perlu dibangun melalui kebiasaan hidup sehat secara konsisten.
Guru SMK Negeri 2 Sangatta Utara, Rudi Hartono, mengatakan kegiatan tersebut memberikan wawasan yang relevan bagi siswa, khususnya dalam mempersiapkan diri sebelum mengikuti PKL maupun memasuki dunia kerja.
“Selama ini siswa mungkin lebih banyak mempersiapkan kemampuan teknis ketika akan PKL atau bekerja. Padahal, kesiapan kesehatan juga menjadi bagian yang sangat penting. Melalui kegiatan ini, siswa menjadi tahu apa saja yang perlu diperhatikan dan dapat mulai menjaga pola hidupnya sejak sekarang,” ujar Rudi.
Menurutnya, pemahaman tersebut juga menjadi bekal bagi guru untuk terus mengingatkan dan mendampingi siswa agar lebih siap menghadapi persyaratan dunia industri.
Sementara itu, CSR Department Head PT Pamapersada Nusantara Area Kutai Timur, Agung Jati, mengatakan dunia industri membutuhkan kesiapan calon tenaga kerja secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi kompetensi teknis.
“Dunia industri memiliki standar yang harus dipenuhi, baik dari aspek kompetensi, keselamatan, maupun kesehatan. Karena itu, kami ingin para siswa memahami sejak dini bahwa mempersiapkan diri memasuki dunia kerja bukan hanya tentang meningkatkan keterampilan, tetapi juga membangun kebiasaan hidup sehat dan kesadaran terhadap K3LH,” katanya.
Ia berharap pemahaman tersebut dapat menjadi bekal siswa saat mengikuti PKL maupun ketika nantinya memasuki dunia industri.
Melalui program PAMA Safe School, PAMA mendorong agar budaya K3LH tidak hanya dipahami sebagai aturan, tetapi juga menjadi bagian dari kebiasaan siswa selama berada di lingkungan sekolah. Kesiapan tersebut diharapkan dapat membantu siswa beradaptasi dengan standar keselamatan dan kesehatan ketika memasuki dunia industri. (Adv)





