PAMA Dampingi Lima UMKM Binaan Perkuat Higiene dan Standar Kualitas Produk

SANGATTA – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) melalui LPB PAMA Banua Etam memberikan pendampingan food hygiene, hospitality, dan gramasi produk kepada lima UMKM binaan sektor home industry, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya PAMA meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya dalam penerapan standar kebersihan, keamanan pangan, keselamatan kerja, serta konsistensi kualitas produk.

Lima UMKM yang mengikuti pendampingan yakni Nonie Bakery, Ala Mama, Friday Patiserie, Dapur Kakang, dan Pawon Teh Inez.

Dalam kegiatan tersebut, PAMA menghadirkan Ahmad Haris dari Departemen General Services (GS) PT Pamapersada Nusantara site KPCS untuk memberikan pendampingan dan masukan terkait kondisi lingkungan maupun proses produksi di masing-masing UMKM.

Pendampingan dilakukan melalui observasi langsung terhadap area dan aktivitas produksi. Dari hasil observasi, pelaku usaha mendapatkan sejumlah rekomendasi yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing usaha.

Pada aspek food hygiene, perhatian diberikan terhadap kebersihan bahan pangan, peralatan, area produksi, proses pengolahan, hingga penyimpanan. Pencegahan potensi kontaminasi juga menjadi salah satu hal yang ditekankan untuk menjaga keamanan dan kualitas produk sebelum diterima konsumen.

Pengelolaan bahan baku turut menjadi perhatian, termasuk penyesuaian metode penyimpanan berdasarkan karakteristik bahan. Untuk bahan pangan tertentu, seperti produk berbahan dasar daging, pengendalian suhu menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.

Selain keamanan pangan, pendampingan juga mencakup aspek keselamatan dan kenyamanan lingkungan kerja. Beberapa hal yang menjadi perhatian di antaranya kecukupan penerangan, ketersediaan dan penempatan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), penataan instalasi kabel, serta pengaturan peralatan kerja agar lebih aman dan ergonomis.

Penataan alur dapur produksi juga menjadi bagian dari evaluasi. Pelaku UMKM mendapatkan masukan mengenai pengaturan area kerja, penempatan tabung gas, serta pemisahan bahan kimia pembersih dari bahan makanan, bahan baku, kemasan, dan produk jadi guna meminimalkan risiko kontaminasi.

Dari sisi sanitasi, pelaku usaha juga didorong meningkatkan pengendalian serangga dengan memanfaatkan sarana pendukung seperti insect killer yang ditempatkan secara tepat dan aman di area produksi.

Sementara itu, aspek hospitality dan gramasi produk turut dibahas untuk mendukung pengelolaan usaha yang lebih konsisten. Kebersihan dan kerapian lingkungan usaha, konsistensi pelayanan, serta ketepatan takaran menjadi bagian yang diperhatikan untuk menjaga pengalaman konsumen dan keseragaman kualitas produk.

Melalui pendampingan tersebut, PAMA mendorong lima UMKM binaan menerapkan rekomendasi secara bertahap sesuai kondisi dan kapasitas masing-masing usaha.

Penerapan standar higiene, keamanan pangan, keselamatan kerja, dan konsistensi produk diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan kualitas pengelolaan usaha sekaligus mendukung peningkatan daya saing UMKM binaan. (Adv)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *