SANGATTA – Suasana ceria memenuhi D’Lounge Hotel Royal Victoria Sangatta, Sabtu (27/6/2026). Sebanyak 59 anak mengikuti kegiatan edukatif bertajuk Belajar Melukis yang memadukan seni lukis dengan pengenalan bahasa isyarat sebagai upaya menumbuhkan kreativitas sekaligus memperkenalkan nilai-nilai inklusivitas sejak dini.
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00-12.00 Wita tersebut merupakan kolaborasi PMCAF Thailand, Hotel Royal Victoria Sangatta, dan Komunitas SUKMA (Sunyi Bermakna). Peserta berasal dari berbagai usia, mulai anak taman kanak-kanak hingga dewasa.
Acara diawali dengan sesi ice breaking yang membuat suasana semakin hangat dan interaktif. Selanjutnya, peserta dikenalkan pada dasar-dasar bahasa isyarat oleh Guru SLB Negeri Sangatta Utara sekaligus Founder Komunitas SUKMA, Arum Puspitaningtyas. Dalam sesi tersebut, anak-anak diajak memahami pentingnya empati, komunikasi, dan penghargaan terhadap penyandang disabilitas.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kelas melukis yang dipandu Guru SMAN 1 Sangatta Utara sekaligus perupa, Agung Suroso. Dengan perlengkapan yang dibawa masing-masing, peserta bebas menuangkan kreativitas di atas kanvas. Panitia juga menyediakan tote bag sebagai media melukis yang dapat dibawa pulang sebagai hasil karya mereka.
Sebagai penutup, dilakukan penyerahan simbolis karya seni dari salah seorang siswa SLBN Kutai Timur kepada General Manager Hotel Royal Victoria Sangatta, Cing Cing Wahyuni. Penyerahan tersebut menjadi simbol bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menghasilkan karya yang bernilai.
General Manager Hotel Royal Victoria Sangatta, Cing Cing Wahyuni, mengatakan kegiatan ini menjadi momen istimewa karena menghadirkan ruang belajar yang inklusif bagi peserta dari berbagai usia.
“Hari ini merupakan momen yang luar biasa karena peserta yang hadir dari berbagai usia, mulai anak TK hingga dewasa, dapat belajar bersama. Tidak hanya melukis, tetapi juga mengenal bahasa isyarat yang sebelumnya belum pernah mereka pelajari,” ujarnya.
Sementara itu, Arum Puspitaningtyas berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus mengembangkan kreativitas anak-anak.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak tidak hanya mengasah kemampuan motorik dan kreativitas seni, tetapi juga memupuk kepedulian sosial, toleransi, serta kesadaran akan pentingnya ruang inklusif bagi semua. Kami berterima kasih kepada Hotel Royal Victoria, Kak Agung, dan PMCAF Thailand yang telah mendukung kegiatan bermanfaat ini, terutama untuk mengisi liburan sekolah,” katanya.
Agung Suroso menilai antusiasme peserta menjadi nilai tersendiri dalam kegiatan kali ini.
“Kelas hari ini berbeda dari yang sebelumnya. Antusiasme dan kreativitas peserta membuat kegiatan terasa sangat bermakna. Sebagian besar peserta baru pertama kali melukis di atas kanvas maupun tote bag sehingga menjadi pengalaman baru. Kami juga melihat perkembangan kemampuan beberapa peserta yang sebelumnya pernah mengikuti kelas menggambar di Hotel Royal Victoria,” tuturnya.
