Jakarta – Pemerintah memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Stok energi dalam negeri disebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar 20 hari ke depan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan situasi internasional yang berpotensi memengaruhi pasokan minyak dunia.
“Cadangan kita masih aman. Masyarakat tidak perlu panik,” ujarnya usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk dinamika di sekitar Selat Hormuz yang merupakan jalur utama distribusi minyak dunia, menjadi perhatian utama pemerintah. Jalur tersebut diketahui sebagai salah satu titik strategis perdagangan energi global.
Pemerintah juga berencana menggelar rapat koordinasi bersama Dewan Energi Nasional untuk membahas langkah antisipatif guna menjaga stabilitas pasokan dan harga energi dalam negeri.
Selain memastikan ketersediaan stok, pemerintah menegaskan akan terus melakukan evaluasi kebijakan energi agar dampak gejolak global terhadap perekonomian nasional dapat diminimalkan.
Dengan kondisi cadangan yang dinilai masih mencukupi, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu gangguan distribusi di lapangan.





