Tak Lagi Kontrakan, Pemkab Kutim Wacanakan Asrama Permanen Mahasiswa di Makassar

MAKASSAR – Setelah bertahun-tahun bergantung pada rumah kontrakan, mahasiswa asal Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang menempuh pendidikan di Kota Makassar akhirnya mendapat kepastian hunian. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menyatakan kesiapan membangun asrama permanen bagi mahasiswa Kutim di Makassar sebagai tindak lanjut atas aspirasi yang disampaikan kepada pemerintah daerah.

Aspirasi tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, bersama Ketua DPRD Kutim. Pemerintah daerah menyatakan persetujuan atas pengajuan pembangunan asrama permanen sebagai bagian dari upaya peningkatan fasilitas penunjang pendidikan serta kesejahteraan mahasiswa Kutim di perantauan.

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menegaskan bahwa pembangunan asrama permanen tidak sekadar berorientasi pada pembangunan fisik, melainkan merupakan investasi jangka panjang dalam penguatan sumber daya manusia. Keberadaan asrama diharapkan menjadi ruang pembinaan karakter, penguatan solidaritas, serta pengembangan kompetensi mahasiswa Kutim.

“Asrama permanen di beberapa cabang HIPMA-KT, khususnya di kota-kota besar seperti Makassar, akan diagendakan tahun ini. Selain Makassar, pembangunan juga direncanakan di Samarinda, Malang, Yogyakarta, dan Surabaya,” ujar Mahyunadi dalam agenda resmi pemerintahan.

Ia menjelaskan, rencana pembangunan asrama permanen mahasiswa Kutim di Makassar akan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, di antaranya 60 kamar utama yang terdiri dari 30 kamar putra dan 30 kamar putri, fasilitas ibadah berupa musholla, serta sarana olahraga berupa lapangan cabang olahraga untuk menunjang aktivitas fisik mahasiswa.

Selama ini, keterbatasan hunian menjadi persoalan yang dihadapi mahasiswa Kutim di Makassar. Ketidakpastian kontrak sewa mengharuskan mereka berpindah tempat tinggal hampir setiap tahun, kondisi yang kerap berdampak pada kenyamanan dan fokus akademik.

Ketua HIPMA-KT Makassar, Herlisa Febriana, menyambut baik komitmen pemerintah daerah tersebut. Ia menyebut kepastian pembangunan asrama permanen sebagai jawaban atas keresahan mahasiswa yang telah berlangsung lama.

“Kami sangat bersyukur aspirasi ini akhirnya disambut baik. Selama ini kami harus berpindah rumah setiap tahun untuk memperpanjang sewa. Selain itu, inventaris yang sebelumnya dijanjikan oleh pemerintah daerah, seperti mesin cuci, printer, dan perlengkapan lainnya, hingga kini belum kami terima,” kata Herlisa.

Dari sisi pendanaan, Mahyunadi menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutai Timur memiliki kapasitas yang memadai untuk merealisasikan pembangunan asrama permanen tersebut. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen untuk segera menganggarkan dan merealisasikan program ini melalui koordinasi lintas sektor yang terencana.

Dengan rencana pembangunan asrama permanen ini, mahasiswa Kutai Timur diharapkan tidak lagi terbebani persoalan hunian, sehingga dapat lebih fokus menempuh pendidikan, meningkatkan prestasi, serta kelak kembali membangun daerah asal dengan bekal ilmu dan pengalaman yang mumpuni.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *