SANGATTA – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Area Kutai Timur melalui program PAMA Safe School menggelar Sosialisasi Pola Hidup Sehat dan Kupas Tuntas Komponen Medical Check Up (MCU) di SMK Negeri 1 Sangatta Utara, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan yang diikuti 40 peserta dari unsur guru dan siswa tersebut membahas pentingnya menjaga kesehatan sekaligus mengenalkan berbagai komponen pemeriksaan kesehatan yang umum diterapkan di dunia industri.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman mengenai Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH) di lingkungan sekolah. Siswa juga mendapatkan gambaran mengenai standar kesehatan yang perlu dipersiapkan sebelum mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) maupun memasuki dunia kerja.
Dalam sosialisasi, siswa diperkenalkan pada sejumlah komponen pemeriksaan dalam MCU, pola hidup sehat, serta pentingnya menjaga kondisi kesehatan secara konsisten. Materi tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami bahwa kesiapan memasuki dunia industri tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga kondisi fisik dan kesehatan.
Hal tersebut menjadi relevan bagi siswa sekolah kejuruan karena sejumlah program PKL dan peluang kerja di sektor industri, termasuk pertambangan, mensyaratkan pemeriksaan kesehatan sebelum peserta dinyatakan memenuhi ketentuan.
Materi disampaikan dr. Habib dari Global Doctor yang mendukung layanan kesehatan kerja di PT Pamapersada Nusantara Area Kutai Timur. Dalam tugasnya, dr. Habib terlibat dalam evaluasi hasil pemeriksaan kesehatan calon peserta PKL maupun tenaga kerja berdasarkan standar kesehatan kerja yang diterapkan perusahaan.
Dengan pengalaman tersebut, materi tidak hanya membahas MCU secara umum, tetapi juga memberikan gambaran mengenai aspek kesehatan yang perlu diperhatikan sebelum menjalani pemeriksaan. Siswa juga diingatkan pentingnya menerapkan pola hidup sehat secara konsisten, bukan hanya ketika akan mengikuti MCU.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat SMK Negeri 1 Sangatta Utara, Sandra Junedi, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai sesuai dengan kebutuhan siswa yang dipersiapkan memasuki dunia industri.
“Bagi siswa SMK, persiapan memasuki dunia industri tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan fisik dan kesehatan. Melalui kegiatan ini, siswa menjadi lebih memahami apa saja yang perlu mereka persiapkan sejak dini, baik untuk mengikuti PKL maupun ketika nantinya memasuki dunia kerja. Guru juga mendapatkan pemahaman yang dapat diteruskan kepada siswa lainnya,” ujar Sandra.
Sementara itu, CSR Department Head PT Pamapersada Nusantara Area Kutai Timur, Agung Jati, mengatakan PAMA Safe School diarahkan untuk membangun budaya K3LH di lingkungan sekolah sekaligus mengenalkan siswa pada standar keselamatan dan kesehatan yang berlaku di dunia industri.
“Kami ingin siswa tidak baru mengenal standar kesehatan ketika akan mengikuti PKL atau melamar pekerjaan. Pemahaman itu perlu dibangun sejak di bangku sekolah agar mereka memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri dengan baik,” ujarnya.
Menurut Agung, pemahaman mengenai kesehatan dan keselamatan menjadi salah satu bekal penting bagi siswa sebelum terjun ke dunia industri.
“Harapannya, PAMA Safe School dapat menjadi bekal bagi siswa untuk memasuki dunia industri dengan lebih siap, baik dari sisi kompetensi maupun kesehatan dan keselamatan,” pungkasnya. (Adv)





