Bendera One Piece Muncul Jelang HUT RI, Antara Ekspresi Budaya dan Tanda Protes

NASIONAL — Menjelang Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, sejumlah wilayah di Indonesia mulai dihiasi dengan bendera tak biasa: bendera bajak laut dari serial anime One Piece. Bendera bergambar tengkorak bertopi jerami ini dikibarkan oleh warga di pekarangan rumah, kendaraan, hingga area umum, memicu sorotan publik dan perdebatan nasional.

Di media sosial, fenomena ini viral. Sebagian menyebutnya sebagai bentuk ungkapan kebebasan berekspresi, sebagian lain menilai sebagai sinyal kekecewaan terhadap kondisi sosial-politik, sementara lainnya menganggapnya sekadar tren budaya populer di kalangan generasi muda.

Namun pemerintah tidak tinggal diam. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyampaikan bahwa simbol-simbol seperti ini harus dicermati serius, terutama jika muncul bertepatan dengan momen penting kenegaraan.

Read More

“Kalau dilakukan secara masif dan terorganisir, ini bisa menimbulkan tafsir politis dan berpotensi memecah belah persatuan,” ujarnya, Jumat (1/8).

Dari sisi hukum, Kementerian Dalam Negeri menegaskan bahwa tidak ada aturan eksplisit yang melarang pengibaran bendera hiburan. Namun publik tetap diimbau agar mengutamakan bendera Merah Putih sebagai satu-satunya simbol kedaulatan bangsa dalam momentum peringatan kemerdekaan.

Sikap lebih tegas disampaikan Menko Polhukam Budi Gunawan, yang menyatakan bahwa pengibaran bendera yang mengarah pada penghinaan terhadap simbol negara atau provokasi akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Di tengah kontroversi, muncul narasi lain: bendera One Piece bukan hanya lambang fandom, tetapi simbol “perlawanan damai” yang tumbuh di tengah apatisme dan keresahan publik, terutama generasi muda. Alih-alih turun ke jalan, mereka memilih menyampaikan pesan melalui simbol fiksi yang akrab secara emosional dan universal.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *