SANGATTA – Sejumlah pelaku usaha hotel dan restoran di Sangatta berkumpul dalam pertemuan yang digelar di Hotel Royal Victoria, Senin (13/4).
Kegiatan ini dihadiri 25 peserta yang merupakan pemilik, pengelola, dan perwakilan dari 15 usaha hotel dan restoran di wilayah tersebut.
Pertemuan ini membahas rencana pengaktifan kembali keanggotaan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kutai Timur (Kutim) yang sempat vakum selama lebih dari satu tahun. Selain itu, agenda juga mencakup rencana pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) dalam waktu dekat.
Mewakili Dinas Pariwisata Kutai Timur, Aji Nurhidayat selaku pejabat fungsional bidang pemasaran membuka kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa PHRI merupakan wadah strategis dalam mendorong kemajuan industri perhotelan dan restoran di daerah.
“PHRI menjadi mitra penting pemerintah daerah dalam pembangunan sektor pariwisata. Dengan aktifnya kembali organisasi ini, diharapkan pelaku usaha dapat memperluas jaringan dan membuka lebih banyak peluang usaha,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Askhar Muzakkar dari bidang pemasaran Dispar Kutim yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Cabang Kutai Timur. Ia menilai PHRI merupakan salah satu pilar utama dalam mendukung pengembangan potensi pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pertemuan dipimpin oleh General Manager Hotel Royal Victoria, Cing Cing Wahyuni. Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan tata cara pendaftaran anggota PHRI serta teknis persiapan pelaksanaan Muscab.
Selain sebagai forum koordinasi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antar pelaku usaha. Diketahui, kepengurusan PHRI Kutai Timur sebelumnya dipimpin oleh almarhum Suarni, yang masa jabatannya berakhir pada Desember 2024 lalu.
Setelah sempat vakum, pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangkitkan kembali organisasi PHRI BPC Kutai Timur. Diharapkan, kepengurusan baru yang akan terbentuk nantinya mampu memperkuat sinergi antara pelaku usaha hotel dan restoran dengan pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata.
