SANGATTA – Sebanyak 17 pelaku UMKM binaan LPB PBE mengikuti pelatihan daring bertajuk sistematika dan etika mengajar yang digelar pada 5 Maret 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas UMKM instruktur sekaligus memperkenalkan budaya kerja CARE YDBA serta enam Nilai Inti PAMA.
Pelatihan ini menjadi kelanjutan dari program U for U, sebuah inisiatif dari UMKM untuk UMKM yang bertujuan meningkatkan kemandirian serta kemampuan para instruktur UMKM dalam membagikan pengetahuan kepada pelaku usaha lainnya.
Peserta yang mengikuti pelatihan merupakan UMKM instruktur yang sebelumnya telah melalui proses asesmen kemandirian instruktur. Hasil asesmen tersebut menunjukkan kesiapan mereka untuk menjadi agen perubahan dalam menerapkan nilai-nilai budaya CARE dan enam Nilai Inti PAMA di lingkungan usaha masing-masing.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek penting dalam proses mengajar, mulai dari penyusunan materi, metode penyampaian yang sistematis, hingga teknik komunikasi yang efektif agar materi dapat dipahami dengan baik oleh peserta pelatihan.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan prinsip CARE yang terdiri dari compassionate, adaptive, responsible, dan excellence sebagai fondasi budaya YDBA. Nilai tersebut selaras dengan enam Nilai Inti PAMA yang menekankan profesionalisme, integritas, serta inovasi dalam setiap aktivitas bisnis maupun sosial.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta juga diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri dan berbagi pengalaman dalam mengembangkan usaha mereka. Dalam sesi tersebut, para pelaku UMKM menceritakan perjalanan bisnisnya serta bagaimana dukungan dari manajemen YDBA dan PAMA membantu mereka berkembang hingga mampu menjadi instruktur bagi pelaku UMKM lainnya.
Koordinator LPB PBE, Canarais Andri, dalam sesi pembukaan menegaskan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para UMKM instruktur untuk menjadi brand ambassador nilai-nilai CARE YDBA dan Nilai Inti PAMA.
“Kami berharap para peserta dapat meneruskan semangat ini kepada komunitas UMKM lainnya, khususnya di wilayah Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya.
Sementara itu, CSR Officer PT Pamapersada Nusantara Area Kutai Timur, Hendra Kusuma, secara resmi membuka kegiatan pelatihan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi manajemen PAMA terhadap program ini yang dinilai sebagai langkah strategis dalam pengembangan kapasitas UMKM.
Menurutnya, program ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan UMKM serta meningkatkan kemampuan para instruktur untuk menularkan pengetahuan dan pengalaman kepada pelaku usaha lainnya.
“Program ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung pemberdayaan UMKM, meningkatkan kemampuan instruktur, serta menanamkan budaya kerja positif dan nilai-nilai inti perusahaan. Kami berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan yang menginspirasi UMKM lain di komunitasnya,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, LPB PBE menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem UMKM yang tangguh, mandiri, dan berbudaya. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi fondasi bagi para instruktur untuk terus menginspirasi sesama pelaku UMKM, memperluas jaringan usaha, serta memperkuat penerapan nilai-nilai organisasi dalam praktik bisnis sehari-hari.(Adv)





