SANGATTA – PT Pamapersada Nusantara Area KPC kembali menggelar kegiatan media gathering bersama insan pers se-Kutai Timur (Kutim), Sabtu (14/3) di Teras Belad Hotel.
HC Dept Head PT Pamapersada Nusantara, Tri Rahmat Soleh mengatakan agenda tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya mempererat hubungan dengan media. Ia berharap melalui kegiatan ini, sinergi antara perusahaan dan insan pers dapat terus terjalin sehingga pemberitaan yang disampaikan kepada masyarakat tetap berimbang.
“Harapan kami rekan wartawan bisa tetap berkomunikasi dengan baik. Setiap tahun kegiatan ini dilaksanakan, semoga ke depan bisa berjalan lebih baik lagi dan selaras dengan visi-misi Pama,” ujarnya.
Menurutnya, koordinasi yang baik dengan media juga menjadi sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan masukan dari pemberitaan media lokal di Kutim.
“Harapannya ketika kami melangkah, teman media bisa memberitakan dengan berimbang. Tentunya sebagai manajemen Pama, kami juga harus tetap menjaga kearifan lokal. Sehingga teman-teman media lokal bisa tetap melakukan konfirmasi,” tambahnya.
Di tempat yang sama, CSR Officer PT Pamapersada Nusantara, Sri Supriadi turut menjelaskan bahwa pihaknya juga menjalankan program pengenalan budaya keselamatan kepada pelajar di sekolah binaan. Program ini dilakukan karena materi keselamatan kerja umumnya baru diperoleh pada jenjang pendidikan tinggi.
“Jika tidak dibekali sejak dini, maka kesadaran terhadap keselamatan akan rendah jika tidak berasal dari diri sendiri. Kami bertekad mengenalkan dan menanamkan budaya safety sejak dini,” jelasnya.
Ia menambahkan, program kader safety tersebut baru berjalan sekitar satu tahun sehingga masih dalam tahap pemantauan. Para peserta yang tergabung dalam kader keselamatan itu secara rutin melakukan safety talk, mengingatkan pentingnya keselamatan, serta belajar memitigasi potensi bahaya dan risiko.
“Memang belum ada yang lulus dan masuk ke perusahaan karena program safe school ini masih berjalan. Namun setiap pekan mereka selalu melakukan reminder safety talk. Kebiasaan itu diharapkan bisa menjadi budaya,” pungkasnya. (Adv)
